Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Episode : Liatin Ibuk-Ibuk Ganti Baju di helloASEAN

Sabtu, 5 November lalu senja mulai menapaki peraduannya. Saya bergegas berangkat menuju Peninsula island, Nusa Dua, Bali. Tempat berlangsungnya HelloASEAN.

Begitu memasuki gerbang helloASEAN, pameran graffity menyambut saya dan pengunjung lainnya, sepanjang 500 meter bertema ASEAN. Saya juga sempat menyaksikan langsung bagaimana seorang bule menarikan cat semprotnya ke dinding yang sedang membuat graffity.  Pada bagian pintu masuk ini saya dapat menikmati pantai nusa dua dan pameran lukisan 1000 anak ASEAN. Senengnya lagi cara ini Free entry loh, tempat dan konsep keseluruhan acara ini juga sangat wah.

Hari itu juga sedang berlangsung pameran makanan yang diikuti oleh daerah-daerah di Indonesia, tapi sayang sekali negara-negara ASEAN lainnya gak ada yang ikutan. Padahal kan saya pengen tau juga makanan khas negara ASEAN itu seperti apa.

Senin, 29 Agustus 2011

Episode : Pahatan Candi di Dinding Tebing

Kawasan Gunung Kawi
Kemarin saya dan si kacang nge-trip lagi. Mumpung lagi libur lebaran. Tujuan kami kali ini adalah objek wisata Gunung Kawi. Terletak di wilayah Tampaksiring, Kabupaten Gianyar kurang lebih 40 km dari Denpasar.

Saya dan si kacang sebelumnya sudah pernah visit ke tempat ini, cuma waktu itu kita lagi acara sendiri-sendiri. Terakhir si kacang ke tempat ini bareng kawannya yang berkunjung ke Bali. Kalo saya terakhir kesini waktu jaman SD, tamasya. 

Senin, 22 Agustus 2011

Episode : I was nineteen years old

Happy birthday to you,
Happy birthday to you,
Happy birthday Happy birthday, Happy birthday to you...

Kemarin, 21 Agustus 2011 usia saya bertambah lagi. Sekarang sudah 19 tahun. Awal pagi kemarin, saya berangkat menuju Desan Payangan, Gianyar. Awal september nanti akan ada kemah jurusan. Kampus saya yang mengadakannya. Hari itu saya dan kawan-kawan panitia lainnya bertemu kepala desa dan ketua kelompok tani desa tersebut untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan kami. 

Sepulangnya dari Payangan, saya segera pulang karena ada janji sama si kacang. hihi. Sebelumnya si kacang udah bilang sama saya mau ngasi hadiah apa. Walau gak surprise

Senin, 15 Agustus 2011

Episode : Little Heaven in Ubud

Hari minggu kemarin, geliat Ubud di pagi hari kembali saya nikmati. Toko-toko souvernir yang berjajar sepanjang jalan menuju monkey forest pun belum tampak melakukan aktivitasnya.

Ya, hari itu saya berencana menyewa sepeda untuk keliling Ubud. Ubud rupanya memiliki cara tersendiri memanjakan hati pengunjungnya. Hampir tiga rental sepeda yang saya datangi, katanya habis sudah booking. Saya gak menyerah sampai disitu, ada jalan kecil di sebelah timur Ubud palace  yang rupanya baru buka dan sepedanya belum di booking. 

Senin, 08 Agustus 2011

Episode : Dari Kamera Kecil

Iseng-iseng beberapa kali take foto bareng si Kacang. Ini waktu kita liburan ke desa Penglipuran. Salah satu desa tradisional di daerah Bangli, Bali. Tempatnya sejuk dan damai banget. Bikin betah untuk rehat sejenak dari penatnya aktivitas di Kota. Yuk intip lebih dekat... ^^

Rumah nomor 33 ada warungnya 

Minggu, 10 Juli 2011

Episode : Pantai 'Perawan'

Padang-padang beach
Pagi tadi saya kembali mengunjungi Pantai Padang-padang. Namun kali ini ada sedikit yang berbeda. Pagi ini pantai padang-padang sepi sekali. Hanya ada dua orang anak-anak yang saya lihat asik bermain air.

Saya sendiri datang bersama pacar saya,sudah lama kami ingin berlibur ke pantai yang sepi. Karena pantai ini jaraknya dekat dengan tempat tinggalnya. Terakhir saya berkunjung kemari sekitar sebulan yang lalu, tapi waktu itu dia gak ikut renang. 

Setelah ganti ke baju renang dan langsung pakai kaca renang, kami pun langsung nyebur. Sempet bertanya dulu ke penjaga pantainya,kenapa pantainya sepi. Katanya sih emang sepi kalau pagi-pagi. Beruntunglah kami datangnya pagi , jadi kayak pantai pribadi. Hihi

Pantai padang-padang ini hanya terhampar sekitar 500 meter, dengan pasir putih dan airnya yang jernih saat pagi hari. Jadi gak ada karang-karang yang bakal melukai kaki disini. Ombaknya juga tenang, dan pastinya tebing-tebing disekelilingnya mempesona banget. Saya pun bebas berenang pagi tadi. duduk dipasir putihnya ditemani cahaya matahari pagi yang hangat.Hmm.. sempurna. 

Berenang pagi tadi 
Dibandingkan dengan pantai sanur dan kuta, saya jauh lebih tertarik untuk leyeh-leyeh disini. Selain masih tergolong 'perawan', menurut saya pantai ini juga menawarkan suasana yang romantis. Jadi kalau mau berlibur jauh dari keramaian, Padang-Padang adalah pilihan yang tepat. 

Sabtu, 09 Juli 2011

Episode : 'Tuak Manis' On Vacation

Nice view at Tulamben
Hari ini saya mendapat tugas bareng ketiga kawan saya di Pers Mahasiswa untuk liputan wisata ke daerah Bali timur. Setelah searching di dunia maya beberapa minggu kita memutuskan untuk pergi ke sebuah spot diving bernama Tulamben. 

Tulamben yang mulai dikenal sejak tahun 1987 ini terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Dengan jarak tempuh 104 Km kami menghabiskan waktu 2,5 jam perjalanan dari kota Denpasar. Pagi tadi kami berangkatnya agak kesiangan jadi sampai disana sudah jam 10. Selama perjalanan menuju tulamben kami disuguhi pemandangan Gunung Agung yang menjulang dipayungi awan. Menakjubkan sekali. Kami juga melintasi desa yang namanya unik, yaitu Desa Culik. Letaknya berbatasan langsung dengan Tulamben. 

Sepanjang jalan kami juga melihat pohon lontar yang berjejer bak hutan. Pohon lontar ini akan menghasilkan getah yang jika didiamkan akan menjadi minuman beralkohol yang disebut Tuak. Minuman ini berasa manis dengan kadar alkohol yang relatif tidak menyebabkan mabuk. Sampai pada pesisir Tulamben, siang itu sudah ramai oleh wisatawan asing yang hendak diving. 

Wisatawan yang datang ke Tulamben rupanya kebanyakan mereka yang sebagai pemula untuk belajar diving. Pesisirnya yang agak landai dengan arus yang stabil menjadikan Tulamben berbeda dengan Lembongan dan Tanjung Benoa. Selain itu keindahan bawah lautnya yang bersaing dengan Bunaken menjadikan tempat ini patut disinggahi wisatawan. Terutama yang ingin merasakan berleyeh-leyeh di pantai yang masih perawan. 

Berenang diantara gerombolan ikan saat mencoba scuba dive

Perjalanan kami hari ini berakhir di Pesinggahan. Sebuah tempat di pinggir pantai yang menawarkan kuliner laut yang memanjakan lidah. Menu yang kami pesan adalah paket sate ikan laut. Jadi sudah termasuk nasi putih, sate lilit,sate languan, sup ikan, pepes ikan dan tak lupa sambel matah. Hmm... sedaaap sekali. Setelah santap siang kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan tiba di Denpasar lagi jam 4 sore. 

Santap siang yang komplit

Senin, 04 Juli 2011

Episode : Melali ke Garuda Wisnu Kencana

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang letaknya di Jimbaran, Bali. Kali ini saya berkunjung dengan rekan dari Bandung. Sebagai orang Bali saya termasuk jarang ke tempat ini. Maklum biaya tiket masuknya lumayan juga, Rp 25.000 per orang. 

Menurut saya GWK adalah sebuah proyek mahamegah, dimana rencananya patung wisnu yang saat ini ada setinggi 23 meter dan jika nanti dilanjutkan maka akan menjadi 128 meter dan menjadi patung tertinggi di dunia mengalahkan Liberti. Namun, sampai tahun ini proyek tersebut masih mangkrak.Sayang sekali.

Dalam agama hindu Wisnu disebut-sebut sebagai dewa pemelihara, dengan kendaraannya garuda yang melambangkan kebebasan dan pengabdian tanpa pamrih. Di dalam areal taman budaya ini juga terdapat relief di dinding batu padas yag menggambarkan kisah perjalanan garuda yang rela mengabdi tanpa pamrih kgar dapat menyelamatkan ibunya dan akhirnya mendapat perlindungan dari dewa wisnu.

Patung ini terbuat dari bahan tembaga bercampur kuningan dengan berat 4000 ton. Pada awal rencananya patung ini di proyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai 20 Km. Jadi kita dapat melihat patung wisnu ini dari daerah kuta, sanur, bahkan tanah lot. Sayangnya yang kini baru terwujud hanya patung wisnu dan garudanya yang masih belum disusun sesuai rancangan. Namun pada bagian kiri berdirinya patung wisnu sudah dapat kita jumpai miniatur rancangan Garuda Wisnu Kencana ini. 

Selain patung dan relief dindingnya yang menarik, setiap malamnya kita dapat menyaksikan sajian pertunjukan kecak dengan episode yang berbeda setiap harinya. Kebetulan saat saya berkunjung ke GWK hari minggu dan saya berkesempatan menonton pertunjukan Garuda Wisnu Kencana Story. Wahh... kalau hari lain ada pertunjukan apa aja ya? Cobain aja kalo ke Bali mampir ke sini. ^_^

Senin, 30 Mei 2011

Episode : Gili Trawangan Mempesona

Kalau Bali punya tiga gugus pulau di bagian tenggaranya yaitu Nusa Penida,Ceningan dan Lembongan, Lombok juga punya. Tiga gugus pulau di bagian barat laut pulau lombok ini bernama Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili air. Tapi Bagi saya yang paling menarik adalah Gili Trawangan. Saya tidak terlalu banyak tau kenapa dinamakan Gili Trawangan, tapi yang saya tau Gili dalam bahasa lombok berarti pulau kecil. 

salah satu sudut gili trawangan beach 
Saya ingin sekali berkunjung ke Gili Trawangan tapi sampai sekarang tabungan belum cukup. hehe ^^ Sebenarnya banyak cerita yang saya dengar tentang indahnya Gili Trawangan. Trawangan merupakan gili yang terbesar diantara tiga gili lainnya. Dulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.

Sekarang pulau ini sudah jauh dari kesan seram. Bahkan hamparan pasir putihnya dengan lautan biru berkilauan katanya mampu memberikan esensi yang rileks bagi wisatawan. Aktivitas yang paling populer di Trawangan adalah scuba diving. Kalau tidak ingin diving kita dapat mencoba snorkeling atau belajar berkuda dipantai bersama joki yang handal. Menyenangkan bukan?

snorkeling di pantai Trawangan
Di Gili Trawangan ternyata ada sebuah aturan lokal yang gak ngebolehin warganya naik kendaraan bermotor. Wahh.. makin ngiler saja saya pengin segera berkunjung ke tempat ini. Transportasi yang ditawarkan kepada wisatawan adalah sepeda. Penduduknya pun katanya sudah lazim menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. Dan satu lagi, di Trawangan juga ada alat transportasi tradisional yaitu, Cidomo. Jadi kalau berkunjung ke Gili Trawangan kita bisa gowes sepuasnya. 

scuba diving yang ingin sekali saya coba

kring..kring..gowes...gowes..




Sabtu, 14 Mei 2011

Episode : Melali ke Tegalalang Rice Terace

Kali ini saya ingin bercerita waktu saya menghabiskan akhir pekan di Tegalalang. Tempat melali yang satu ini tempatnya disebelah utara Ubud. Saya pun baru pertama kali ke tempat ini. Jarak tempuh yang cukup dekat dari pusat kota Denpasar, hanya 27 Km dan ditempuh selama 1jam perjalanan. Pemandangan syur yang ditawarkan disini adalah sawah yang berupa terasering pada perbukitan yang bertingkat.

Tegalalang rice terace
Saat saya berkunjung kesana, saya sempat menyusuri petak-petak sawah,melewati pematang dan menyebrangi jembatan bambu yang menghubungkan dus sisi bukit yang sejauh mata memandang sawahnya bertingkat-tingkat. Udaranya pun sembriwing gimana gitu. Pokoknya kalau mau melali ke Kintamani kita pasti lewat sini dulu. 

Visit di Tegalalang rice terace ini gak perlu merogoh kocek terlalau dalam. Cukup bayar parkir aja untuk menyegarkan mata melihat pemandangan menakjubkan ini. Selain sawah bertingkat, tegalalang juga merupakan daerah home industri yang tersohor di Bali. Handycraft yang ditawarkan dipinggir jalan sepanjang 10 Km akan membuat kita gak tahan untuk berbelanja. Berbagai kerajinan yang unik ditawarkan disini. Mulai dari ukiran kayu murah meriah, lampion dari rotan, aneka mozaik dari kaca, tas anyaman yang klasik dan berbagai pernak-pernik khas Bali bisa ditemukan disini. 
Salah satu kerajinan kayu dari Tegalalang

Jadi yang belum berkunjung kesini, silahkan datang dan nikmati pemandangannya yang syur. Hihi :)

Kamis, 12 Mei 2011

Episode : Sambil Jalan-Jalan Ke Kintamani

Senin (9/05/2011) lalu, saya bersama tiga kawan lainnya tengah siap-siap berangkat ke daerah Bali Timur,Kintamani. Kali ini kami gak dalam rangka traveling. Salah satu temen kampusku ngadain upacara Mepandes dan kita diundang. Cihuuyy! makan gratis. Ups..

Pukul 13.00 kita take off menuju Kintamani. Petanya udah siap, bensin udah full dan jaket tebal sudah saya pakai. Maklum,darah kintamani letaknya di bawah kaki Gunung Batur. Kami pun hanya mengandalkan daya ingat saya sebagai petunujuk jalan. Menempuh sekitar dua jam perjalanan kita akhirnya nyampe. Rumahnya ternyata pas banget di pinggir Danau Batur. Sedikit lagi kita bisa nyebrang ke Desa Trunyan. 

Upacara mepandes merupakan salah satu ritual umat hindu. Dilaksanakannya biasanya setelah seseorang beranjak remaja. Ritual ini merupakan simbolis dari pengendalian dari Sad Ripu atau enam musuh dalam diri manusia yang terdiri dari hawa nafsu,kebingungan,marah,mabuk,irihati,dan rakus. Dalam sebuah sastra disebutkan bahwa yang diratakan adalah enam gigi depan atas yang terdiri dari dua taring dan empat gigi seri. Saya sendiri sebagai orang Bali sudah pernah mengalami ritual ini saat usia 15 tahun. Prosesinya cukup panjang dan sulit dijelaskan. Paman Google tentunya sudah lebih lengkap bisa menceritakannya. Hehe

Selama perjalanan menuju lokasi, banyak hal absurd yang kami alami. Mulai dari salah satu dari kami di stop sama polisi sedangkan motor saya dibiarkan lewat begitu saja sampai jalan yang kami tempuh ternyata tembusnya lumayan jauh dari jalan menuju desa temen kami. Belum lagi si pacar ngebonceng saya dengan off road , tapi sangat menyenangkan. Ternyata jalan raya menuju kintamani jalannya banyak crop circle (baca : lubang)-nya. Pertanda kalo banyak alien yang sering lewat sini. 
ini dia crop circle (baca: lubang)-nya


Setelah bincang sana-sini kami pun pulang dan sampai dirumah masing-masing dengan selamat. End then they live happily ever after.

Sabtu, 30 April 2011

Episode : Jalan-Jalan Ke Penglipuran

Minggu (24/04/2011) saya bersama seorang kawan melali ke Desa Penglipuran,Bangli. Letaknya strategis di Jalan Raya Kintamani dengan jarak kurang lebih 45 km dari Denpasar. Desa ini seperti potongan surga ditengah eksploitasi pariwisata Bali.Yang terkenal disini adalah rumah warganya memiliki bentuk yang sama. Masih segar dengan kultur yang terjaga apik. Sayangnya beberapa rumah telah mengubahnya sedikit.

sepinya kawasan ini karena memang dilarang berkendara disini

Anjing pun dapat selonjoran dengan santai di Desa ini.

Seorang kakek tua yang menikmati senjanya di depan rumahnya

Ini dia suasana Desa Penglipuran yang saya potret dari deapan Pura Desa.

Warganya juga ramah dan welcome ke pengunjung 

Sebuah potret kehidupan Bali tempo doeloe

Penglipuran dengan sejuta senyuman  manis